Happy Chinese New Year!

Xīn nián kuài lè, yang artinya, ya itu artinya, masa ga tau sih, Happy New Year! Seharusnya gue bilang begitu pas 1 Januari kemarin yak, biar anti mainstream.



Google pun juga ikut merayakan dengan mengganti logonya dengan beberapa lampion dan satu ekor anak anjing. Katanya sih tahun ini Anjing Tanah, gue kira Anjing Emas, soalnya gue nonton 1 Night 2 Days (1박 2일) mereka bilang tahun ini tahun Anjing Emas.



Gue coba kutip peruntungan dari salah satu portal berita yang banyak digandrungi pemuda-pemudi ini, Tribunnews. Kalian yang penasaran, juga bisa langsung klik ini buat baca artikel aslinya. Baiklah, kita mulai dari shio apa ya..


Ah, Kelinci deh. Katanya SIH, Kelinci tahun ini beruntung banget. Finansial oke, segala aspek kehidupan juga oke. Ya, oke-oke aja kayak kids zaman now. Cuman kesehatan aja katanya yang gak oke, mungkin kurang ngopi di tahun ini yak? Yaudah beli kopi buat setahun ini aja.

Emak: "Ceng, beli garem dapur dulu sono di warung mpok Indun!"
Aceng: "Oke mak"
Emak: "Yaudah ambil neh duitnya, kembaliannya jangan lupa balikkin ke emak"
Aceng: "Oke mak"
10 menit kemudian..
Emak: "Lah nih bocah ditungguin gak kemari-mari buat ambil duitnya"
Emak pun nyamperin ke kamar Aceng..
Emak: "Ya ilah nih bocah daritadi oka oke oka oke.. dikirain dah jalan yak.. Buruan sono beli garem dapur! Nih duitnya!"
Aceng: "Oke mak" Your enemy has been slain..

Segalanya oke. Oke Oce. Gue jadi curiga, jangan-jangan bang Sandi Uno itu Shio Kelinci. Mungkin bisa coba dicekin, terus kasih tau di kolom komentar.

Kemudian Shio Babi. Kebetulan gue Shio Babi. Shio-nya orang-orang ganteng. Di tahun 2018 ini menurut artikel yang diterbitkan oleh Tribunnews, eh, kok Babi sih.. Ini shio Babi kenapa ga ditulis Anjing.. Tanah. Kalo bikin artikel itu yang adil dan makmur lah. Dah, liat aje artikel aslinya di http://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/02/16/yuk-cek-peruntungan-di-tahun-anjing-tanah-shio-kelinci-diramal-paling-beruntung.

Keh, kita ganti topik aja. Gue mau ceritain tentang pekerjaan gue. Ya, pekerjaan gue sekarang itu: gak ada. Pengangguran. Plis tolong beri gue pekerjaan, setelah itu bayar gue. Kalo gak dibayar, ya gue gak mau kerja. Minimal 10 juta, deh.. huehehehe.. Becanda. Gaji UMR, it's ok.

Beberapa kali gue dapet panggilan dari Jobstreet. Beneran. Mungkin beberapa dari kalian meragukan Jobstreet karena kalian sendiri belum pernah dipanggil. But gue bilang sih, gue sedang beruntung aja. Biar pun begitu, ya, tetep aja gue menerima banyak penolakan.

Pernah gue dapet panggilan dari perusahaan penyedia layanan pembuatan website untuk bisnis di daerah Kelapa Gading. Gue ke sana pagi buta bareng Bokap gue. Kebetulan juga gak jauh dari Kantor Bokap. Sampai di sana, kantornya ternyata baru buka. Baru ada satu orang penjaga keamanan. Katanya gue disuruh tunggu aja.

Ketika saatnya telah tiba, gue dipanggil oleh orang HR-nya sendiri,"Siapa namanya? Coba diisi dulu absennya dan jangan lupa tulis bagian mana yang kamu lamar." Dan gue pun mengisi lembar absen dengan hati-hati, dan berharap gue memberikan kesan yang bagus kali ini. Karena sebelumnya gue juga pernah dipanggil di perusahaan yang melayani IT Support yang kantornya didalem gedung The East yang dicampur dengan NET.TV itu. Di sana gue dateng terlambat, karena sebelumnya juga gue nungguin temen gue. 

"Mau bertemu siapa, Mas?" ibu dengan paras Cina menghampiri gue dengan bertanya dengan setengah marah. 

"Ibu xxxxx," gue jawab dengan singkat.

"Ini udah lewat dari perjanjian ya," ibu itu nampak kesal.

"Iya maaf bu, tadi macet," gue menyalahkan macet. Omegad. Jakarta setiap hari macet woy.

Oke, kita balik lagi ke perusahaan yang di daerah Kelapa Gading. 

"Silahkan mas Rendy naik ke atas dan langsung masuk ke ruangan Developer," suruh mbak HR yang katanya rumahnya juga di daerah Pasar Rebo.

Begitu gue masuk ke ruangan, gue disambut oleh orang yang sepertinya dia itu CEO Perusahaan. Beliau laki-laki berparas Cina yang nampak masih muda juga.

"Oke, jadi Rendy, silahkan kamu duduk di sini. Kamu saya kasih tes untuk membuat website untuk konsultan dalam waktu 2 jam. Mengerti?" Kemudian orang HR itu bersama CEO Perusahaan tersebut meninggalkan ruangan.

Waktu terus berjalan. Gue googling buat cari bahan. Dan disaat seperti ini, untuk mempercantik tampilan web, gue butuh Photoshop. Gue cari Photoshop di PC mereka dan.. yak! GA ADA SODARA-SODARA, YANG ADA CUMA MICROSOFT PAINT! So, jadi apa yang harus gue lakukan dengan aplikasi Paint ini. Oke, aplikasi Paint gue tutup. Gue akhirnya bikin web seadanya. Dan waktu pun masih tetap berjalan.

Well, waktu selesai, gue disuruh nunggu di lobby lantai bawah. Gak lama kemudian, "Maaf ya mas Rendy. Ternyata, tidak sesuai dengan ekspetasi kami. Jadi mohon maaf banget."

Udah perasaan gue sih. Gue juga udah lapang dada. Lagi pula, gue juga udah sempet kencingin. Toiletnya maksud gue. Selama tes bikin web, gue udah nahan banget. Pokoknya setiap perusahaan yang gue datengin, pasti gue kencingin.

Besoknya gue dateng ke panggilan perusahaan lainnya. Ini serius beneran. Tiap hari dapet panggilan dari Jobstreet. Mungkin next time gue bisa bikinin kali ya tips dan trik ngelamar kerjaan di Jobstreet, tapi gak jamin juga bakal diterima. Karena itu juga peruntungan sih. Dan juga jawaban dari doa gue ke Allah SWT.

Oh ya, soal shio tadi, bebas kalian mau percaya atau nggak, karena gue sendiri pun juga terlalu menganggap itu serius. Serius mah musuhnya Harry Potter. (Itu Sirius Black, bodoh!)

Udah cukup postingan gue kali ini. So, terima kasih banyak buat yang mau membaca tulisan ini. Semoga berkah deh! Untuk kenang-kenangan, gue selipkan..